Pertanyaan paling mendasar dalam bisnis: berapa yang harus saya jual agar tidak rugi? Jawabannya ada pada BEP alias break even point atau titik impas. Memahami cara menghitung BEP membantu Anda menetapkan target penjualan yang realistis dan tahu kapan usaha mulai untung.
Tenang, rumusnya sederhana dan tidak butuh latar belakang akuntansi. Artikel ini menjelaskan titik impas lengkap dengan contoh angka yang gampang ditiru.
Apa itu BEP (titik impas)?
BEP adalah titik di mana total pendapatan sama persis dengan total biaya — tidak untung, tidak rugi. Penjualan di bawah BEP berarti rugi; di atasnya berarti untung. BEP bisa dinyatakan dalam jumlah unit (berapa item harus terjual) atau dalam rupiah (berapa omzet yang harus dicapai).
Kenali tiga komponennya dulu
- Biaya tetap (fixed cost) — biaya yang tetap keluar berapa pun penjualan: sewa, gaji tetap, langganan, penyusutan.
- Biaya variabel (variable cost) per unit — biaya yang menempel pada tiap produk: bahan baku, kemasan, komisi.
- Harga jual per unit — harga yang dibayar pelanggan per produk.
Rumus BEP
Kunci pertama adalah margin kontribusi = harga jual per unit dikurangi biaya variabel per unit. Lalu:
- BEP (unit) = Biaya Tetap dibagi Margin Kontribusi per unit.
- BEP (rupiah) = BEP unit dikali harga jual per unit.
Contoh perhitungan
Misal sebuah cafe punya biaya tetap Rp10.000.000 per bulan. Satu gelas kopi dijual Rp25.000, dengan biaya variabel (biji kopi, susu, gelas) Rp10.000 per gelas.
- Margin kontribusi = Rp25.000 dikurangi Rp10.000 = Rp15.000 per gelas.
- BEP unit = Rp10.000.000 dibagi Rp15.000 = sekitar 667 gelas per bulan.
- BEP rupiah = 667 dikali Rp25.000 = sekitar Rp16.675.000 omzet per bulan.
Artinya, cafe ini harus menjual sekitar 667 gelas (atau omzet sekitar Rp16,7 juta) sebulan hanya untuk balik modal. Gelas ke-668 dan seterusnya barulah untung.
Dengan tahu titik impas, target penjualan harian jadi konkret (misal sekitar 22 gelas per hari), bukan tebak-tebakan. Anda juga bisa menguji apakah menaikkan harga atau menekan biaya variabel mempercepat untung.
Hitung BEP lebih mudah dengan data yang rapi
Tantangan menghitung BEP biasanya bukan rumusnya, tapi mendapatkan angka biaya dan margin yang akurat. Di sinilah pembukuan yang rapi sangat membantu.
Posiva menghitung HPP dan margin otomatis dari transaksi POS kasir dan stok Anda, sementara AI & Analitik merangkum biaya dan tren penjualan. Dengan begitu, komponen BEP tersedia akurat tanpa rekap manual.
Dapatkan margin, biaya, dan laba yang terhitung otomatis sebagai dasar menghitung BEP. Coba Posiva gratis, tanpa kartu kredit.
Coba Posiva Gratis